November 14, 2025 0 Comments


Musik selalu dikenal karena kemampuannya membangkitkan emosi yang kuat pada pendengarnya. Dari kegembiraan lagu pop yang menarik hingga katarsis balada yang menyayat hati, musik memiliki cara untuk terhubung dengan emosi kita yang tiada duanya. Tapi apa sebenarnya hubungan antara musik dan emosi? Dan bagaimana pengaruhnya terhadap kesehatan mental dan fisik kita?

Salah satu teori yang mendapat perhatian dalam beberapa tahun terakhir adalah konsep “Mpoid”, sebuah istilah yang diciptakan oleh psikolog Dr. Lisa Feldman Barrett. Mpoid mengacu pada kemampuan otak dalam memprediksi dan mengantisipasi emosi yang akan ditimbulkan oleh sebuah karya musik. Menurut Dr. Barrett, otak kita terus-menerus memindai lingkungan kita untuk mencari isyarat yang akan membantu kita memprediksi emosi apa yang mungkin kita alami. Saat kita mendengarkan musik, otak kita menggunakan mekanisme prediktif ini untuk mengantisipasi perjalanan emosional yang akan dibawa oleh musik tersebut.

Proses prediksi ini terkait erat dengan respons emosional kita terhadap musik. Penelitian telah menunjukkan bahwa ketika kita mendengarkan musik, otak kita melepaskan dopamin, suatu neurotransmitter yang berhubungan dengan kesenangan dan penghargaan. Pelepasan dopamin ini dapat menimbulkan perasaan euforia, kegembiraan, dan bahkan rasa transendensi. Intinya, musik memiliki kekuatan untuk membajak sistem penghargaan otak kita, memicu aliran emosi yang berkisar dari kegembiraan, kesedihan, hingga nostalgia.

Tapi Mpoid bukan hanya tentang bagaimana musik memengaruhi perasaan kita saat ini. Hal ini juga memiliki efek jangka panjang pada kesejahteraan mental dan fisik kita. Penelitian menunjukkan bahwa mendengarkan musik dapat mengurangi stres, kecemasan, dan depresi, serta meningkatkan suasana hati dan kesejahteraan emosional secara keseluruhan. Faktanya, terapi musik adalah bentuk pengobatan yang diakui untuk berbagai kondisi kesehatan mental, termasuk PTSD, autisme, dan demensia.

Selain itu, Mpoid juga dapat mempengaruhi kesehatan fisik kita. Penelitian menunjukkan bahwa mendengarkan musik dapat mengurangi rasa sakit, menurunkan tekanan darah, dan bahkan meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Hal ini karena musik memiliki kemampuan untuk mengaktifkan respons relaksasi tubuh, memicu pelepasan endorfin dan hormon perasaan senang lainnya yang dapat membantu melawan stres dan peradangan.

Kesimpulannya, Mpoid adalah konsep menarik yang menyoroti hubungan kuat antara musik dan emosi. Dengan memahami bagaimana otak kita mengantisipasi dan merespons musik, kita dapat memanfaatkan kekuatan terapi musik untuk meningkatkan kesejahteraan mental dan fisik kita. Jadi, lain kali Anda merasa sedih atau stres, mengapa tidak menyalakan musik dan biarkan Mpoid membawa Anda dalam perjalanan emosional?